Tetap Produktif Menulis di Tengah Wabah Covid-19
Adanya pandemi Corona (Covid-19) menyebabkan pemerintah memberlakukan kebijakan bekerja dari rumah, belajar dari rumah, dan beribadah dari rumah. Hal ini bertujuan untuk mencegah semakin menyebarnya Covid-19. Tidak dapat dipungkiri, bahwa hal ini menyebabkan rasa bosan sebagai dampak terlalu lama di rumah. Walau demikian, hal ini adalah bentuk dukungan kita terhadap imbauan pemerintah tersebut.
Di era digital saat ini memang bekerja dari rumah tidak akan terlalu menghambat produktivitas, karena bisa memanfaatkan perangkat teknologi dan dan informasi. Misalnya, transaksi data bisa dilakukan secara elektronik, rapat dapat dilakukan secara daring. Begitu pun pembelajaran bisa secara daring. Berdasarkan hal tersebut, tidak ada alasan untuk mengurangi produktivitas kerja selama masa bekerja dari rumah (work from home) termasuk dalam hal menulis.
Hobi menulis, masa pandemi Covid-19 justru bisa menjadi sumber inspirasi untuk menulis. SAGUSABLOG memberikan kesempatan untuk berbagi ilmu tentang wadah menulis yang efektif. Dengan kemampuan menulis sesuai dengan kemampuan atau bidangnya masing-masing, seperti dari sisi kesehatan, lingkungan, sosial, ekonomi, keamanan, sastra, seni, budaya, agama, dan sebagainya.
Di tengah masyarakat yang perlu informasi yang akurat dan valid, ditengah masyarakat yang sedang bingung, ditengah masyarakat yang dibanjiri hoaks seputar covid-19, menurut saya, para penulis memiliki peran yang strategis untuk membantu pemerintah mengedukasi masyarakat agar bisa memahami berbagai hal seputar Covid-19, memberikan hiburan dalam bentuk tulisan untuk menghilangkan kebosanan di rumah seperti cerpen, cerbung, novel, pantun, puisi, lirik lagu, dan sebagainya.
Para penulis juga bisa membantu memerangi hoaks seputar Covid-19 yang membuat warga resah, misalnya dengan adanya penolakan jenazah Covid-19 yang ditolak warga, Orang Dalam Pemantauan (ODP) dijauhi oleh warga. Hal ini disebabkan oleh hoaks yang beredar melalui grup WA atau FB terkait penularan Covid-19. Tulisan-tulisan yang isinya menolak hoaks tersebut bisa disebar pada berbagai grup WA untuk menangkal berita-berita negatif terkait Covid-19. Dengan kata lain, para penulis juga bisa dikatakan pejuang Covid-19 dalam bidangnya.
SAGUSABLOG yang diselenggarakan oleh IGI Indonesia nantinya akan dimanfaatkan untuk menulis kegiatan banyak di rumah, sehingga perlu mengeksplore kemampuan memanfaatka internet dengan bijak.
Bagi yang memiliki kemampuan menulis tutorial pembelajaran daring, saat ini banyak diperlukan oleh masyarakat, khususnya oleh para orang tua yang gaptek dengan teknologi. Bagi yang memiliki kemampuan membuat tutorial membuat benda daur ulang dari barang-barang bekas, dapat membantu membuat tutorialnya untuk kegiatan pembelajaran berbasis proyek, dan sebagainya.
Selain menulis hal-hal yang terkait Covid-19, para penulis juga tentunya menulis sesuai dengan tugas atau proyek yang sedang dilakukannya, seperti menulis bahan ajar, makalah, laporan, atau menulis karya tulis ilmiah yang lainnya. Intinya, waktu digunakan seproduktif mungkin untuk kebermanfaatan bersama.

No comments:
Post a Comment